SERANG - Masyarakat desa mempunyai potensi dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pertumbuhan masyarakat dengan berbagai sumber daya alamnya. Namun, hal ini harus ditunjung dengan sumber daya manusia yang mumpuni.
Keterbatasan SDM ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor, salah satunya ketimpangan prioritas pembangunan pendidikan antara kota dan desa sehingga persebaran kualitas SDA yang tidak merata.
Faktor lainnya adalah keterbatasan sarana pendidikan yang menghambat kinerja dan kreativitas guru dalam pembelajaran.
Dalam rangka mengurangi hambatan-hambatan tersebut, Komunitas Lentera Surosowan dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Banten UNJ mengadakan program tahunan Bebenah Pendidikan Banten di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, pada 26 s.d. 29 Januari 2017.
Kegiatan ini diikuti 55 relawan yang berasal dari UNJ, IPB, UI, Unindra Jakarta, UII Yogyakarta, Poltekkes Banten, UIN Jakarta, IAIN Banten, Untirta, UPN Veteran, Unpam Tangerang, dan perguruan tinggi lain.
Mardy Joeang, salah satu relawan Lentera Surosowan, mengungkapkan bajwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan mengembangkan inovasi media pembelajaran bagi guru agar mampu membangun kegiatan belajar mengajar yang interaktif dan harmonis.
“Selain itu, untuk mendorong pelajar SMA sederajat dari desa untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dan mendorong desa ikut andil dalam mengakselerasi pendidikan,” ujarnya.
Mardy menambahkan, kegiatan dilaksanakan selama empat hari tiga malam. Kegiatannya meliputi pembelajaran sekolah binaan, SD Negeri Cikondang; kampanye “Jangan Takut Kuliah” untuk sekolah menengah yang ada di desa yang minim informasi; serta focus group discussion (FGD) yang diikuti guru BK dan kepala sekolah
untuk mendorong siswa agar melanjutkan pendidikan dan memberikan informasi tata cara pendaftaran beasiswa.
Selain itu, para relawan juga mengundang ahli dalam bidang media pembelajaran agar para guru berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran dengan media pembelajaran. Turut pula menjadi pembicara dari Komunitas Sampul yang memberi edukasi bencana
Untuk menghadapi bencana yang suatu waktu menimpa desa tersebut.
Kegiatan Bebenah Pendidikan diakhiri dengan ramah tamah dengan warga serta pemberian santunan berupa sembako dan uang tunai.
“Kegiatan Bebenah Pendidikan adalah salah satu langkah nyata dan arena pembelajaran untuk berkontribusi kepada masyarakat dengan meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Salah satu harapan dari serangkaian acara ini adalah terbentuknya SDM desa dengan tingkat pendidikan yang lebih baik dan ikut serta mendorong percepatan pendidikan desa,” ujar Mardy.

