ILOVECILEGON.CO - Seniman multitalenta kelahiran Cilegon, Ega Eryani Setya Tama, menggelar konser tunggalnya pada Minggu (27/8), di Convention Hall Matahari Lama, Cilegon-Banten. Konser berlatar pementasan sastra bertajuk "Partitur Cahaya" ini, menurut inisiator kegiatan, Muhammad Rois Rinaldi, pertama kali dilakukan di Banten.
"Ini pertama kali di Banten. Dunia pementasan sastra harus berani berinovasi. Inovasi itu harus diterjemahkan dalam konser tunggal," ungkap Rois di sela konser, "Di hari mendatang akan semakin banyak lahir seniman muda berkelas seperti Ega.
Dihubungi seusai konser, Ega mengaku tidak menyangka dapat kesempatan untuk menggelar konser tunggal dan dihadiri oleh ratusan penonton.
"Alhamdulillah, saya bangga, sudah bisa mengeluarkan apa yang saya bisa. Kedepannya saya akan terus berkarya. Agar bisa menampilkan yang lebih baik lagi dari hari ini," katanya seusai konser.
Semua ini berkat doa semuanya, terutama doa almarhumah ibu saya, dan juga tidak lepas dari tiga orang yang sangat berpengaruh dalam karier berkesenian saya, yaitu Kang Dadang Maskur yang mengajarkan saya teater, Kang Rois Rinaldi yang mengajarkan saya sastra, dan Kang Edi yang mengajarkan saya musik. Sehingga dari ketiga orang itulah, Partitur Cahaya dijadikan judul dalam konser tunggal saya.
Konser Tunggal ini, Ega menampilkan pembacaan puisi, musik tradisi, dan monolog. Yang tidak kalah menarik, pada konser Partitur Cahaya, Ega berkolaborasi dengan murid-muridnya dari SMP YP. Fatahillah dan SMKN 1 Cilegon.
Dadang Maskur, selaku guru teater ega, mengaku bangga kepada Ega. "Hampir sepuluh tahun (Ega) ikut saya. Saya melihat proses dia berkesenian, melihat garapan-garapan ega, dan hingga pada akhirnya, dia bisa mempersembahkan konser tunggalnya dengan maksimal," kata Dadang.
Selain itu, Edi guru musik ega, menuturkan bahwa Ega berproses dengannya sejak 2011. "Dia itu orang bebas, namun cepat menyesuasaikan diri dilingkungan. Ega juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, sehingga banyak anak didiknya," tuturnya.
Konser Partitur Cahaya didukung penuh oleh Lentera Internasional, organisasi sastra berkelas Internasional ini memang sedang gencar-gencarnya membuat inovasi dalam dunia kesenian, terutama sastra. | Adi Sudrajat
Foto lainnya:
Pembacaan Puisi Ega dalam konser tunggalnya.
Ega berkolaborasi Musik Tradisi dengan anak-anak didiknya.
Pementasan Seni Teater oleh Ega.
Dadang Maskur, guru teater Ega, memberikan presiasi kepada ega.
Edi, guru musik Ega, menceritakan kepribadian ega dimata beliau.






