PUISI PERI SANDI; PIDATO SYUKURAN EL BANDITOS

(Semacam lagu bergairah: kita harus menang | kita harus menang|agar hati senang|agar hati senang | kalau tidak menang|kalau tidak menang | kamu aku tendang|kamu aku tendang | anjing..anjing..anjing)

Siapa yang tak bahagia
Makan-minum sudah ditanggung negara
Dari celana dalam sampai dasi
Tak perlu pusing mencari, sudah tersedia di lemari. bersih dan rapi.

Anak-bini dinaungi rumah dinas yang berkelas
Tak perlu waswas dengan genting bocor
Cukup halo, rehab semuanya.

Siapa yang tak bahagia
Mobil disiapkan, standby pengawalan
Teks pidato sudah ada yang membuatkan
Setiap kita melakukan kunjungan, kita-kita disambut meriah berbagai kesenian. Dikalungi bunga kehormatan.

Jadi tunggu apalagi?
Jadilah bagian dari syukuran ini
Sebab kita teramini ilahi. Alhamdulillah.

Tak perlu pintar dan pandai bicara, kalau ada yang salah, gampang saja, banyak jurus untuk menangkisnya

Jurus Pertama
sewalah akademisi yang kurang proyek, 
Iming-imingi dengan pengabdian pada masyarakyat. Sebab tugas mereka tertera dalam tridarma perguruan tinggi, ini sejalan dengan tugas kita-kita yang menyampaikan aspirasi rakyat. Tidak terlampau jauh bukan? Insyalloh ia akan membuatkan wacana yang penuh referensi dan catatan kaki. Pokoknya hasilnya mantaf dibela sampai harga diri.

Jurus Kedua
Atau besarkan para wartawan cetak, online dan tv, bila perlu kita-kita nyimpan saham disana atau bahkan usahakan kita punya sendiri medianya! Sebab tangan wartawan seperti tangan malaikat, mengekalkan berita-menggiring opini massa.
Namun harus sabar, sebab mereka dituntut objektif dan sesuai fakta. Jurnalisme tak bisa langsung memihak. Tapi ingatlah baik-baik, kerja mereka seperti langkah kuda, lurus lalu belok. Tak usah ditanya, mereka ada dipihak mana.

Sayang-sayanglah sama komunitas yang banyak bercokol seniman-senimin, sebab ini jurus ketiga. Jurus sakti para raja.
Nah, Seniman-senimin ini kerjanya pakai perasaan, Oleh karena itu raih hatinya. 

Hei...Ingatlah, tidak setiap urusan bisa diselesaikan dengan uang, sering-seringlah kirim kue ulang tahun atau kunjungi mereka tanpa ajudan, perlakukan sebagai teman, insyalloh kita dapat semuanya.

Kedepan, Tak perlu kita-kita acc setiap proposal mereka, cukup satu kali satu tahun, namun tentu berikan perayaan dengan acara peraih hibah budaya, beri pelekat istimewa, sertifikat yang juga sama, di hotel berbintang lima, amplop 100 juta.

Insyalloh, sampai hayat kita-kita tidak akan dilupakannya, terabadikan dalam karyanya, Namun yang ketiga ini jarang dilakukan di daerah, sebab ini strategi tingkat tinggi, belum banyak dimengerti.

Nah, yang ke empat tentu saja makmurkan mesjid, ulama, dan anak yatim sebab di sanalah tabungan akhirat kita-kita, sebab di sana pula kita dapat legitimasi ketuhanan. Citra kita-kita akan terasa agamis dan humanis.

Siapa yang tak bahagia
Empat jurus bila diamalkan akan sejahtera di dunia, masalah akherat nanti tobat saja. Bisa di penjara atau sebelum dicabut nyawa.

(Lagu bergairah: kita harus menang|kita harus menang|agar hati senang | agar hati senang | kalau tidak menang | kalau tidak menang | kamu aku tendang | kamu aku tendang | anjing..anjing..anjing)

2016


ilustrasi: s.kaskus.id/images/2015/07/04/7424804_20150704061214.jpg

Tentang Penulis


Peri Sandi Huizche, Penggiat Teater di Banten. Lahir di Tanah Pasundan, Bandung, Jawa Barat. Memiliki akun Facebook dan Instagram: Peri Sandi Huizche. Alumni STSI Bandung. 



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama