ILOVECILEGON.CO - Masa kecil adalah masa yang paling indah untuk bernostalgia, banyak hal yang bisa dikenang dan dipelajari pada masa itu. Pulang sekolah ataupun malam hari saat terang bulan adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan teman-teman sebaya di pelataran rumah, lapangan ataupun sawah.
Dolanan tradisional zaman dulu sangat mendidik bagi anak, baik dari segi sisi fisik, ketangkasan maupun kemampuan manajerial. Karena memang permainan yang diturunkan oleh nenek moyang dulu banyak memiliki arti sejarah dan filosofi dibandingkan permainan-permainan zaman sekarang. Salah satunya adalah permainan tradisional Surantang-Surinting yang tenar pada masanya, permainan yang membutuhkan 5-8 orang ini menunjukan semacam kebersamaan, kerukunan dan memiliki ciri khas tersendiri dengan menggunaan bahasa Jawa-Banten nya, yang tidak asing lagi ditelinga ibu, bapak dan anak-anak. Ini adalah lirik dari permainan tradisional Surantang-Surinting :
Surantang surinting (Surantang surinting)
Bibi semar nyolong gunting (Bibi semar mencuri gunting)
Guntinge bibi laos sedakep tangan sios (Guntingnya bibi laos sedekap tangan satu)
Tembang ini didramatisasi dengan gerak, gerak yang lucu dari tingkah laku anak-anak. Apabila nyanyian telah berakhir, anak-anak dengan sendirinya dalam keadaan sedekap. Maka itu ketua pemain akan menanyakan setiap pemain, Pertanyaan nya sederhana berkisar tentang pengenalan tentang anggota tubuh dan pemain yang ditanya harus berusaha menjawab dengan memakai ungkapan kata nama anggota tubuh yang ditunjuk oleh ketua pemain. Contohnya pemimpin menunjuk siku serta menanyakan namanya (nang..ning..nong..ini apa?) pemain menjawab (nang..ning..nong..ini hidung) pemain menjawab: apabila pemain menunjuk hidung, maka pemain menjawab dengan ungkapan kata SEMPRONG). Apabila pemain yang tidak dapat menjawab, maka pemimpin memberi hukuman berupa pukulan lembut ke dahi. Namun sebelum melakukan itu pemimpin menanyakan dulu pemain jenis hukuman apa yang diminta dengan pertanyaan Gong Cilik atau Gong Besar. Gong Cilik atau Gong Besar merupakan sublimasi keras lembutnya hukuman. | Adi Sudrajat
Tags:
Seni Budaya

